Home » Elektronika » ALJABAR BOOLEAN DAN GERBANG LOGIKA
October 29, 2010
ALJABAR BOOLEAN DAN GERBANG LOGIKA
·
Business
Diagrams
·
Diagram
Venn
<p>Your browser does not
support iframes.</p>
Ekspresi Boolean Adalah pernyataan
logika dalam bentuk aljabar Boolean.
FUNGSI BOOLEAN
Tabel 3-1 Rumus –2 pada aljabar Boolean
Contoh :
1. X + X’ .Y = (X + X’).(X +Y) = X+Y
1. X + X’ .Y = (X + X’).(X +Y) = X+Y
2. X .(X’+Y) = X.X’ + X.Y = X.Y
3. X.Y+ X’.Z+Y.Z = X.Y + X’.Z +
Y.Z.(X+X)’
= X.Y + X’.Z + X.Y.Z + X’.Y.Z
= X.Y.(1+Z) + X’.Z.(1+Y)
= X.Y + X’.Z
KANONIKAL DAN BENTUK STANDARD
Adalah menyatakan suatu persamaan
dalam hubungan operasi AND atau OR antar variabel secara lengkap pada setiap
suku. Dan antar suku dihubungkan dengan operasi OR atau AND.
Tabel 2. Bentuk Minterm dan Maxterm
untuk 3 variabel biner
M I N T E R M
Adalah suku dalam persamaan yang
memiliki hubungan operasi AND antar variabel secara lengkap. Dan antar suku
dihubungkan dengan OR
Contoh.
Tunjukkan fungsi Boolean F = A + B’C dalam minterm
Jawab.
Fungsi mempunyai 3 variabel A,B dan C
Contoh.
Tunjukkan fungsi Boolean F = A + B’C dalam minterm
Jawab.
Fungsi mempunyai 3 variabel A,B dan C
suku pertama A = A(B+B’) (C+C’)
= ABC+ABC’+AB’C+AB’C’
suku kedua BC = B’C (A+A’)
= AB’C + A’B’C
Jadi penulisan Minterm untuk F = A + B’C
adalah F = ABC+ABC’+AB’C+AB’C’+A’B’C
= m7 + m6 + m5 + m4 + m1
Atau dapat ditulis dengan notasi
F (ABC) = ? (1,4,5,6,7)
= ABC+ABC’+AB’C+AB’C’
suku kedua BC = B’C (A+A’)
= AB’C + A’B’C
Jadi penulisan Minterm untuk F = A + B’C
adalah F = ABC+ABC’+AB’C+AB’C’+A’B’C
= m7 + m6 + m5 + m4 + m1
Atau dapat ditulis dengan notasi
F (ABC) = ? (1,4,5,6,7)
Dan tabel kebenaran adalah sebagai
berikut.
M A X T E R M
Adalah suku dalam persamaan yang
memiliki hubungan operasi OR antar variabel secara lengkap. Dan antar suku di
hubungkan dengan operasi AND.
Contoh.
Tunjukkan fungsi Boolean F = XY + X’Z dalam Maxterm.
Jawab.
Fungsi mempunyai 3 variabel X,Y dan Z dengan menggunakan Hk.Distributif
F = XY + X’Z = (XY + X’) (XY + Z)
= (X + X’) (Y + X’) (X + Y) (X + Z)
= (X’ + Y) (X + Z) (Y + Z)
Contoh.
Tunjukkan fungsi Boolean F = XY + X’Z dalam Maxterm.
Jawab.
Fungsi mempunyai 3 variabel X,Y dan Z dengan menggunakan Hk.Distributif
F = XY + X’Z = (XY + X’) (XY + Z)
= (X + X’) (Y + X’) (X + Y) (X + Z)
= (X’ + Y) (X + Z) (Y + Z)
Untuk suku 1
(X’+ Y) = X’+ Y + ZZ’ = (X’ + Y + Z) (X’ + Y + Z’)
(X + Z) = X + Z + YY’ = (X + Z + Y) (X + Y’ + Z)
(Y + Z) = Y + Z + XX’ = (X + Y + Z) (X’ + Y + Z)
(X’+ Y) = X’+ Y + ZZ’ = (X’ + Y + Z) (X’ + Y + Z’)
(X + Z) = X + Z + YY’ = (X + Z + Y) (X + Y’ + Z)
(Y + Z) = Y + Z + XX’ = (X + Y + Z) (X’ + Y + Z)
Jadi dapat ditulis
F (XYZ) = (X+Y+Z) (X+Y’+Z) (X’+Y+Z) (X’+Y+Z’)
= M0.M2.M4.M5
F (XYZ) = (X+Y+Z) (X+Y’+Z) (X’+Y+Z) (X’+Y+Z’)
= M0.M2.M4.M5
Atau ditulis dengan notasi
F (XYZ) = ? (0,2,4,5)
F (XYZ) = ? (0,2,4,5)
Dan tabel kebenaran adalah sebagai
berikut.
CONTOH.
Buatlah rangkaian dengan Gerbang
Logika untuk aljabar Boolean
sbb.
X . ( X’ + Y )
Jawab.
X . ( X’ + Y )
Jawab.
IMPLEMENTASI DEMORGAN DALAM
RANGKAIAN LOGIKA
Hukum De Morgan
(A + B)’ = A’ .
B’ A + B = (A’ . B’)’
(A . B)’ = A’ + B’ A . B = (A’ + B’)’
(A . B)’ = A’ + B’ A . B = (A’ + B’)’
Posts
Related to ALJABAR BOOLEAN DAN GERBANG LOGIKA
DIAGRAM
Adalah untuk menggambarkan prinsip atau dasar logika melalui set / himpunan.
Gambar diagram Venn 1. Untuk n = 1 ?? 2. Untuk n = ...
Salah satu
teknik yang paling mudah untuk penyederhanaan rangkaian logika adalah dengan
menggunakan peta karnaugh. Peta karnaugh dapat digunakan untuk menyusun : Aljabar Boolean Minterm ...
Aljabar
Boolean merupakan cara yang ekonomis untyuk menjelaskan fungsi rangkaian
digital, bila fungsi yang diinginkan telah diketahui, maka aljabar boolean
dapat digunakan untuk membuat implementasi ...
Fungsi register digunakan untuk menyimpan data, alamat,
kode instruksi dan bit status berbagai operasi mikroprosesor. Prinsip dari register – register pada berbagai mikroprosesor adalah sama,
...
[ad#adscamp]
Kali ini kita akan membahas masalah Rangkaian Logika Kombinasional; - Suatu
rangkaian diklasifikasikan sebagai kombinasional jika memiliki
sifat yaitu keluarannya ditentukan ...
Tag Cloud
· Register domain names
· Google register domain
Leave
a Reply
Your email address will not be
published. Required fields are marked *
You may use these HTML tags and
attributes: <a
href="" title=""> <abbr title="">
<acronym title=""> <b> <blockquote
cite=""> <cite> <code> <del
datetime=""> <em> <i> <q cite="">
<strike> <strong>
Masukkan alamat Email Anda untuk
berlangganan Update terbaru dari Blog ini.
Delivered by FeedBurner
Recent
Search
- komponen PLTG
- contoh program assembler
- contoh assembler
- Pengertian sipo
- pengertian motor DC
- pengertian sistem bilangan biner
- sensor kelembaban udara
- register siso definisi
- rangkaian ldr
- gambar jantung manusia
Popular
Search
- rangkaian sensor cahaya
- rangkaian ldr
- peta karnaugh
- sensor cahaya
- pengertian motor DC
- fungsi register
- pengertian register
- jantung manusia
- Sensor Kelembaban
- rangkaian adc
Meta
ALJABAR BOOLEAN
Aljabar
boolean merupakan aljabar yang berhubungan dengan variabel-variabel biner dan
operasi-operasi logik. Variabel-variabel diperlihatkan dengan huruf-huruf
alfabet, dan tiga operasi dasar dengan AND, OR dan NOT (komplemen). Fungsi boolean
terdiri dari variabel-variabel biner yang menunjukkan fungsi, suatu tanda sama
dengan, dan suatu ekspresi aljabar yang dibentuk dengan menggunakan
variabel-variabel biner, konstanta-konstanta 0 dan 1, simbol-simbol operasi
logik, dan tanda kurung.
Suatu fungsi boolean bisa dinyatakan
dalam tabel kebenaran. Suatu tabel kebenaran untuk fungsi boolean merupakan
daftar semua kombinasi angka-angka biner 0 dan 1 yang diberikan ke
variabel-variabel biner dan daftar yang memperlihatkan nilai fungsi untuk masing-masing
kombinasi biner.
Aljabar boolean mempunyai 2 fungsi
berbeda yang saling berhubungan. Dalam arti luas, aljabar boolean berarti suatu
jenis simbol-simbol yang ditemukan oleh George Boole untuk memanipulasi
nilai-nilai kebenaran logika secara aljabar. Dalam hal ini aljabar boolean
cocok untuk diaplikasikan dalam komputer. Disisi lain, aljabar boolean juga
merupakan suatu struktur aljabar yang operasi-operasinya memenuhi aturan
tertentu.
DASAR OPERASI LOGIKA
LOGIKA :
Memberikan batasan yang pasti dari
suatu keadaan, sehingga suatu keadaan tidak dapat berada dalam dua ketentuan
sekaligus.
Dalam
logika dikenal aturan sbb :
¨
Suatu keadaan tidak dapat dalam keduanya
benar dan salah sekaligus
¨
Masing-masing adalah benar / salah.
¨
Suatu keadaan disebut benar bila tidak
salah.
Dalam
ajabar boolean keadaan ini ditunjukkan dengan dua konstanta : LOGIKA ‘1’ dan
‘0’
Operasi-operasi dasar logika dan gerbang
logika :
Pengertian GERBANG (GATE) :
¨
Rangkaian satu atau lebih sinyal masukan
tetapi hanya menghasilkan satu sinyal keluaran.
¨
Rangkaian digital (dua keadaan), karena
sinyal masukan atau keluaran hanya berupa tegangan tinggi atau low ( 1 atau 0
).
¨
Setiap keluarannya tergantung sepenuhnya
pada sinyal yang diberikan pada masukan-masukannya.
Operasi logika NOT ( Invers
)
Operasi merubah logika 1 ke 0 dan
sebaliknya à x = x’
Tabel Operasi NOT Simbol
![]() ![]() |
X’
|
![]() ![]() ![]() ![]() |
1
|
1
|
0
|
Operasi logika AND
¨
Operasi antara dua
variabel (A,B)
¨
Operasi ini akan
menghasilkan logika 1, jika kedua variabel tersebut berlogika 1







B 1 1 1
Operasi logika OR
Operasi
antara 2 variabel (A,B)
Operasi
ini akan menghasilkan logika 0, jika kedua variabel tersebut berlogika 0.
Simbol Tabel
Operasi OR
![]() |






B 1 0 1
1 1
1
Operasi logika NOR
Operasi
ini merupakan operasi OR dan NOT, keluarannya merupakan keluaran operasi OR
yang di inverter.
Simbol Tabel
Operasi NOR
![]() |











B 1 0 0
1 1
0
Atau
A ( A + B )’





B
Operasi logika NAND
Operasi
logika ini merupakan gabungan operasi AND dan NOT, Keluarannya merupakan
keluaran gerbang AND yang di inverter.
Simbol Tabel
Operasi NAND
![]() |











B 1 0 1
1 1
0
Atau
A ( A . B )’





B
Operasi logika EXOR
akan
menghasilkan keluaran ‘1’ jika jumlah masukan yang bernilai ‘1’ berjumlah
ganjil.
Simbol Tabel
Operasi EXOR
![]() |








B 1 0 1
1 1
0
Operasi logika EXNOR
Operasi
ini akan menghasilkan keluaran ‘1’ jika jumlah masukan yang bernilai ‘1’
berjumlah genap atau tidak ada sama sekali.
Simbol Tabel
Operasi EXNOR
![]() |









B 1 0 0
1 1
1
DALIL
BOOLEAN ;
1.
X=0 ATAU X=1
2.
0 . 0 = 0
3.
1 + 1 = 1
4.
0 + 0 = 0
5.
1 . 1 =
1
6.
1 . 0 = 0 . 1 = 0
7.
1 + 0 = 0 + 1 = 0
TEOREMA
BOOLEAN
1.
HK. KOMUTATIF
A
+ B = B + A
A
. B = B . A
|
6.
HK. IDENTITAS
A
+ A = A
A . A = A
|
2.
HK. ASSOSIATIF
(A+B)+C
= A+(B+C)
(A.B)
. C = A . (B.C)
|
7.
0
+ A = A ----- 1. A = A
1
+ A = 1 ----- 0 . A = 0
|
3.
HK. DISTRIBUTIF
A
. (B+C) = A.B + A.C
A
+ (B.C) = (A+B) . (A+C)
|
8.
A’
+ A = 1
A’
. A
=0
|
4.
HK. NEGASI
(
A’ ) = A’
(A’)’ = A
|
9.
A
+ A’ . B = A + B
A
. (A + B)= A . B
|
5.
HK. ABRSORPSI
A+
A.B = A
A.(A+B)
= A
|
10.
DE MORGAN’S
(
A+ B )’ = A’ . B’
(
A . B )’ = A’ + B’
|
CONTOH
:
1.
A +
A . B’ + A’ . B = A . ( 1 + B’ ) + A’ .
B
= A . 1 + A’ . B
=
A + A’ . B
=
A + B








![]() |


X = (A.B)’ . B = (A’ + B’) . B
= ( A.B )’
+ B’.B
= ( A.B )’
+ 0
= A’.B

![]() |
|||
![]() |




![]() |

ATAU





Aljabar Boolean
·
Misalkan
terdapat
-
Dua operator
biner: + dan ×
-
Sebuah
operator uner: ’.
-
B : himpunan yang didefinisikan pada
opeartor +, ×, dan ’
-
0 dan 1
adalah dua elemen yang berbeda dari B.
Tupel
(B, +, ×,
’)
disebut aljabar
Boolean jika untuk setiap a, b, c
Î B berlaku aksioma-aksioma atau postulat
Huntington berikut:
1. Closure: (i) a +
b Î B
(ii)
a × b Î B
2. Identitas: (i) a + 0 = a
(ii)
a × 1 = a
3. Komutatif: (i) a + b = b + a
(ii) a × b = b . a
4. Distributif: (i) a × (b + c)
= (a × b) + (a × c)
(ii) a +
(b × c) = (a + b)
× (a
+ c)
5. Komplemen[1]: (i) a + a’
= 1
(ii) a × a’
= 0
- Untuk mempunyai sebuah aljabar Boolean, harus diperlihatkan:
1.
Elemen-elemen
himpunan B,
2. Kaidah operasi untuk operator biner dan
operator uner,
3. Memenuhi postulat Huntington.
Aljabar
Boolean Dua-Nilai
Aljabar
Boolean dua-nilai:
-
B
= {0, 1}
-
operator
biner, + dan ×
-
operator
uner, ’
-
Kaidah untuk
operator biner dan operator uner:
a
|
B
|
a
×
b
|
|
a
|
b
|
a + b
|
|
a
|
a’
|
0
|
0
|
0
|
|
0
|
0
|
0
|
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
|
0
|
1
|
1
|
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
|
1
|
0
|
1
|
|
|
|
1
|
1
|
1
|
|
1
|
1
|
1
|
|
|
|
Cek apakah memenuhi postulat Huntington:
1. Closure :
jelas berlaku
2. Identitas: jelas berlaku karena dari tabel
dapat kita lihat bahwa:
(i)
0 + 1 = 1 + 0 = 1
(ii) 1 × 0 = 0 × 1 = 0
3.
Komutatif: jelas berlaku dengan melihat simetri tabel
operator biner.
4. Distributif: (i) a × (b + c)
= (a × b) + (a × c) dapat
ditunjukkan benar dari tabel operator biner di atas dengan membentuk tabel kebenaran:
a
|
b
|
c
|
b + c
|
a × (b + c)
|
a × b
|
a × c
|
(a
× b)
+ (a × c)
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
(ii) Hukum distributif a + (b × c)
= (a + b) × (a + c)
dapat ditunjukkan benar dengan membuat tabel kebenaran dengan cara yang sama
seperti (i).
5. Komplemen: jelas berlaku karena Tabel 7.3
memperlihatkan bahwa:
(i) a + a‘ = 1, karena 0 +
0’= 0 + 1 = 1 dan 1 + 1’= 1 + 0 = 1
(ii) a × a
= 0, karena 0 × 0’= 0 × 1 = 0 dan 1 × 1’ = 1 × 0 = 0
Karena
kelima postulat Huntington dipenuhi, maka terbukti bahwa B = {0, 1}
bersama-sama dengan operator biner + dan × operator komplemen ‘ merupakan aljabar Boolean.
Ekspresi Boolean
- Misalkan (B, +, ×, ’) adalah sebuah aljabar Boolean. Suatu ekspresi Boolean dalam (B, +, ×, ’) adalah:
(i)
setiap elemen di dalam B,
(ii)
setiap peubah,
(iii) jika e1
dan e2 adalah ekspresi Boolean, maka e1 + e2,
e1 × e2,
e1’ adalah ekspresi Boolean
Contoh:
0
1
a
b
c
a + b
a × b
a’× (b + c)
a × b’ + a × b × c’ + b’, dan sebagainya
Mengevaluasi Ekspresi
Boolean
- Contoh: a’× (b + c)
jika
a = 0, b = 1, dan c = 0, maka hasil evaluasi ekspresi:
0’× (1 + 0) = 1 × 1 = 1
- Dua ekspresi Boolean dikatakan ekivalen (dilambangkan dengan ‘=’) jika keduanya mempunyai nilai yang sama untuk setiap pemberian nilai-nilai kepada n peubah.
Contoh:
a
× (b + c)
= (a . b) + (a × c)
Contoh. Perlihatkan bahwa a + a’b = a
+ b .
Penyelesaian:
a
|
b
|
a’
|
a’b
|
a + a’b
|
a + b
|
0
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
1
|
0
|
0
|
1
|
1
|
- Perjanjian: tanda titik (×) dapat dihilangkan dari penulisan ekspresi Boolean, kecuali jika ada penekanan:
(i) a(b
+ c) = ab + ac
(ii)
a
+ bc = (a + b) (a + c)
(iii)
a × 0 , bukan a0
Prinsip
Dualitas
- Misalkan S adalah kesamaan (identity) di dalam aljabar Boolean yang melibatkan operator +, ×, dan komplemen, maka jika pernyataan S* diperoleh dengan cara mengganti
×
dengan +
+
dengan ×
0 dengan
1
1
dengan 0
dan membiarkan operator komplemen tetap apa
adanya, maka kesamaan S* juga benar. S* disebut sebagai dual dari S.
Contoh.
(i) (a ×
1)(0 + a’) = 0 dualnya (a + 0) + (1 × a’) = 1
(ii) a(a‘ + b) = ab dualnya a + a‘b = a
+ b
Hukum-hukum Aljabar Boolean
1. Hukum identitas:
(i) a + 0 = a
(ii) a
×
1 = a
|
2. Hukum
idempoten:
(i) a + a = a
(ii) a
×
a = a
|
3. Hukum
komplemen:
(i) a + a’ = 1
(ii) aa’
= 0
|
4. Hukum
dominansi:
(i) a × 0 = 0
(ii) a
+ 1 = 1
|
5. Hukum
involusi:
(i) (a’)’ = a
|
6. Hukum
penyerapan:
(i) a + ab = a
(ii) a(a + b) = a
|
7. Hukum
komutatif:
(i) a + b = b + a
(ii) ab
= ba
|
8. Hukum
asosiatif:
(i) a + (b + c) = (a + b) + c
(ii) a
(b c) = (a b) c
|
9. Hukum distributif:
(i) a
+ (b c) = (a + b) (a + c)
(ii) a (b
+ c) = a b + a c
|
10. Hukum
De Morgan:
(i) (a
+ b)’ = a’b’
(ii)
(ab)’ = a’ + b’
|
11.
Hukum 0/1
(i)
0’ = 1
(ii) 1’ = 0
|
![]() |
Contoh 7.3. Buktikan (i) a + a’b = a
+ b
dan (ii) a(a’ + b) = ab
Penyelesaian:
(i) a + a’b
= (a
+ ab) + a’b (Penyerapan)
= a + (ab
+ a’b) (Asosiatif)
= a + (a + a’)b (Distributif)
= a + 1 · b (Komplemen)
= a + b (Identitas)
(ii) adalah dual dari (i)
Fungsi Boolean
·
Fungsi
Boolean (disebut juga fungsi biner) adalah pemetaan dari Bn
ke B melalui ekspresi Boolean, kita menuliskannya sebagai
f : Bn ® B
yang dalam hal ini Bn
adalah himpunan yang beranggotakan pasangan terurut ganda-n (ordered
n-tuple) di dalam daerah asal B.
·
Setiap ekspresi Boolean tidak lain merupakan
fungsi Boolean.
·
Misalkan sebuah fungsi Boolean adalah
f(x,
y, z) = xyz + x’y + y’z
Fungsi
f memetakan nilai-nilai pasangan terurut ganda-3
(x,
y, z) ke himpunan {0, 1}.
Contohnya,
(1, 0, 1) yang berarti x = 1, y = 0, dan z = 1
sehingga
f(1, 0, 1) = 1 ×
0 × 1 + 1’ × 0 + 0’×
1 = 0 + 0 + 1 = 1 .
Contoh. Contoh-contoh
fungsi Boolean yang lain:
1. f(x)
= x
2. f(x,
y) = x’y + xy’+ y’
3. f(x,
y) = x’ y’
4. f(x,
y) = (x + y)’
5. f(x,
y, z) = xyz’
·
Setiap peubah di dalam fungsi Boolean,
termasuk dalam bentuk komplemennya, disebut literal.
Contoh: Fungsi h(x, y, z) = xyz’ pada contoh di atas terdiri dari 3
buah literal, yaitu x, y, dan z’.
Contoh. Diketahui fungsi Booelan f(x,
y, z) = xy z’, nyatakan h dalam tabel kebenaran.
Penyelesaian:
x
|
y
|
z
|
f(x,
y, z) = xy z’
|
0
0
0
0
1
1
1
1
|
0
0
1
1
0
0
1
1
|
0
1
0
1
0
1
0
1
|
0
0
0
0
0
0
1
0
|
Komplemen
Fungsi
1. Cara pertama: menggunakan hukum De Morgan
Hukum De Morgan untuk dua buah peubah, x1 dan x2, adalah
Contoh. Misalkan f(x, y, z) = x(y’z’ + yz),
maka
f ’(x,
y, z) = (x(y’z’ + yz))’
=
x’ + (y’z’ + yz)’
=
x’ + (y’z’)’ (yz)’
= x’
+ (y + z) (y’ + z’)
Aplikasi
Aljabar Boolean
2.
Rangkaian Digital Elektronik
![]() |
![]() |
![]() |
|||
Gerbang AND Gerbang OR
Gerbang NOT (inverter)
Contoh.
Nyatakan fungsi f(x, y,
z) = xy + x’y ke dalam rangkaian logika.
Jawab:
(a) Cara pertama
![]() |
![]() |
(b) Cara kedua
![]() |
(b) Cara ketiga
Gerbang turunan
![]() |
![]() |
||
Gerbang NAND Gerbang XOR
![]() |
![]() |
||
Gerbang NOR Gerbang XNOR

![]() |
![]() |
Penyederhanaan
Fungsi Boolean
Contoh. f(x,
y) = x’y + xy’ + y’
![]() |
disederhanakan menjadi
f(x,
y) = x’ + y’
Penyederhanaan
fungsi Boolean dapat dilakukan dengan 3 cara:
1.
Secara
aljabar
2.
Menggunakan
Peta Karnaugh
3.
Menggunakan
metode Quine Mc Cluskey (metode Tabulasi)
1.
Penyederhanaan Secara Aljabar
Contoh:
1. f(x, y) = x + x’y
= (x
+ x’)(x + y)
= 1 ×
(x + y )
= x
+ y
2. f(x, y, z) = x’y’z
+ x’yz + xy’
= x’z(y’
+ y) + xy’
= x’z + xz’
3. f(x, y, z) = xy
+ x’z + yz = xy
+ x’z + yz(x + x’)
= xy
+ x’z + xyz + x’yz
= xy(1
+ z) + x’z(1 + y) = xy
+ x’z
0 komentar:
Posting Komentar